Langit menari berharap hujan lebat
Dan tulisku tak pernah kau lumat
Bagaimana bisa bicara?
Sedang tanya tak pernah terbagi kata,
sedang rindu tak kunjung temu
sedang sapa tak mesti ria.
Jangan sampai melalui bunga tidur
Jangan sampai terjatuh di kasur
Jangan sampai cepat-cepat
Tapi, jangan sampai dia tidak sampai.
Dan esoknya mulai sadar,
tak pernah ada kata mulai.
"Anjir" kasarku kala itu.
Pada akhirnya jenuhmu menjadi jawab
Kita sebatas,
kita terbatas
Kita bukan kita
Kamu adalah kamu
Akupun begitu.
0 Komentar