5 Buah yang Bagus untuk Membantu Tubuh Saat Demam, Kaya Air dan Nutrisi

 

5 Buah yang Bagus untuk Membantu Tubuh Saat Demam, Kaya Air dan Nutrisi

Demam sering kali membuat tubuh terasa lemas, tidak nyaman, berkeringat, dan kehilangan selera makan. Dalam kondisi seperti ini, menjaga asupan cairan dan nutrisi menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Banyak orang mencari makanan atau buah tertentu yang dipercaya dapat “menurunkan demam”. Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada buah yang secara khusus dapat menggantikan obat penurun panas atau mengobati penyebab demam. Buah lebih berperan sebagai sumber cairan, vitamin, mineral, dan energi yang membantu memenuhi kebutuhan tubuh selama masa pemulihan.

Menurut MedlinePlus, demam merupakan peningkatan suhu tubuh yang biasanya menjadi tanda bahwa tubuh sedang menghadapi penyakit atau infeksi. Saat demam, tubuh juga dapat kehilangan lebih banyak cairan sehingga risiko dehidrasi meningkat. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan merupakan bagian penting dari perawatan ketika seseorang mengalami demam.

Lantas, buah apa saja yang dapat menjadi pilihan?

1. Semangka

Semangka menjadi salah satu buah yang menarik untuk dikonsumsi ketika tubuh sedang demam karena kandungan airnya sangat tinggi. Buah ini terasa segar dan relatif mudah dikonsumsi ketika seseorang sedang tidak memiliki banyak selera makan.

Selain memberikan cairan, semangka juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Kandungan air yang tinggi membuat semangka dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Fakta menariknya, buah dan sayuran tertentu memang mengandung air dalam jumlah sangat tinggi. Mayo Clinic mencatat bahwa semangka termasuk makanan yang hampir seluruh beratnya terdiri dari air.

Namun, jangan menjadikan semangka sebagai satu-satunya sumber cairan. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi.

Tips: Konsumsi semangka dalam kondisi segar. Tidak perlu menambahkan gula atau membuatnya menjadi minuman yang terlalu manis.

2. Jeruk

Jeruk dikenal sebagai buah yang kaya vitamin C dan memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Rasanya yang segar juga dapat membuat buah ini lebih mudah dikonsumsi ketika nafsu makan sedang menurun.

Vitamin C berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Namun, penting untuk tidak menganggap vitamin C sebagai obat yang secara langsung menghilangkan demam.

Saat sedang sakit, tubuh membutuhkan berbagai macam nutrisi, bukan hanya satu jenis vitamin. Karena itu, jeruk sebaiknya menjadi bagian dari pola makan yang beragam.

Fakta unik: Rasa asam pada jeruk berasal dari kandungan asam organik, terutama asam sitrat. Rasa tersebut membuat jeruk terasa menyegarkan, tetapi pada sebagian orang yang mengalami masalah lambung atau tenggorokan sensitif, jus jeruk yang sangat asam mungkin terasa kurang nyaman.

Tips: Jika tenggorokan terasa sakit, pilih jeruk yang rasanya tidak terlalu asam dan konsumsi dalam jumlah wajar.

3. Melon

Melon merupakan pilihan lain yang dapat dikonsumsi ketika tubuh sedang demam. Buah ini memiliki kandungan air yang tinggi dan teksturnya relatif lembut sehingga mudah dikunyah.

Kandungan air pada buah dapat membantu menambah asupan cairan dari makanan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa sebagian kebutuhan cairan harian seseorang juga berasal dari makanan, terutama buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi.

Melon juga mengandung beberapa vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Meski demikian, mengonsumsi melon tidak berarti seseorang dapat mengurangi konsumsi air putih. Ketika demam, kebutuhan cairan perlu tetap diperhatikan secara keseluruhan.

Fakta unik: Kandungan air pada buah membuat buah tidak hanya berfungsi sebagai sumber vitamin dan mineral, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap asupan cairan harian.

4. Pisang

Pisang mungkin tidak memiliki kandungan air setinggi semangka atau melon, tetapi buah ini memiliki keunggulan lain. Pisang relatif mengenyangkan, mudah dikonsumsi, dan menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi.

Ketika seseorang mengalami demam, nafsu makan bisa menurun. Dalam kondisi tersebut, makanan yang sederhana dan mudah dimakan dapat menjadi pilihan.

Pisang juga mengandung kalium, salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi normal, termasuk fungsi otot dan saraf.

Jika demam disertai muntah atau diare, kebutuhan cairan dan elektrolit menjadi perhatian yang lebih penting. Dalam keadaan seperti ini, buah saja tidak cukup untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Mayo Clinic menyebutkan bahwa orang yang mengalami kehilangan cairan akibat muntah, diare, atau demam dapat membutuhkan cairan dan elektrolit sesuai kondisi masing-masing.

Fakta unik: Pisang sering menjadi makanan pilihan ketika seseorang membutuhkan makanan yang praktis karena teksturnya lembut dan tidak memerlukan proses pengolahan yang rumit.

5. Apel

Apel dapat menjadi pilihan buah ketika sedang demam, terutama jika seseorang masih mampu mengonsumsi makanan padat.

Apel mengandung air, serat, serta berbagai zat gizi. Buah ini juga dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu diolah.

Jika tubuh sedang tidak enak badan, pilih apel yang matang dan mudah dikunyah. Apabila tenggorokan sedang terasa tidak nyaman, apel dapat dipotong kecil-kecil agar lebih mudah dikonsumsi.

Fakta unik: Sebagian besar kandungan serat apel terdapat pada bagian kulitnya. Namun, apel sebaiknya dicuci dengan baik sebelum dimakan, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya.

Jadi, apakah buah benar-benar bisa menurunkan demam?

Ini merupakan bagian yang sering disalahpahami.

Buah seperti semangka, jeruk, melon, pisang, dan apel bukan obat penurun demam. Tidak ada bukti bahwa mengonsumsi salah satu buah tersebut secara langsung membuat suhu tubuh turun seperti obat antipiretik.

Manfaat utamanya lebih berkaitan dengan membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi ketika tubuh sedang sakit.

Mayo Clinic menyarankan orang yang mengalami demam untuk banyak minum cairan. Cairan membantu menggantikan air yang hilang melalui keringat dan membantu tubuh dalam proses pengaturan suhu. Istirahat juga merupakan bagian penting dari pemulihan.

Dengan kata lain, jika seseorang sedang demam, jangan hanya berpikir tentang “buah apa yang bisa menurunkan panas?”. Pertanyaan yang lebih tepat adalah: bagaimana cara menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendapatkan nutrisi yang cukup selama sakit?

Saran dokter: jangan hanya mengandalkan buah

Ketika mengalami demam, buah memang dapat menjadi bagian dari makanan sehari-hari. Namun, ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan.

Pertama, pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan. Air putih merupakan pilihan utama. NHS juga menyarankan orang dewasa yang mengalami demam untuk banyak minum cairan guna mencegah dehidrasi. Salah satu indikator sederhana adalah warna urine yang sebaiknya tetap relatif terang.

Kedua, cukup istirahat. Tubuh membutuhkan energi untuk menghadapi penyakit yang menyebabkan demam.

Ketiga, jangan memaksakan diri untuk makan dalam jumlah besar. Jika selera makan menurun, makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering dapat lebih mudah diterima tubuh.

Keempat, perhatikan gejala lain yang menyertai demam. Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat muncul karena berbagai penyebab. Karena itu, penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi seseorang.

Untuk demam yang membuat tubuh sangat tidak nyaman, obat seperti paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan pada kondisi tertentu sesuai petunjuk kemasan atau anjuran tenaga kesehatan. Penggunaan obat juga perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, dan obat lain yang sedang dikonsumsi.


                                                          Sumber gambar: Pgngtree

Buah utuh lebih baik daripada minuman buah yang terlalu manis

Ketika demam, sebagian orang memilih membuat jus buah. Hal tersebut tidak selalu menjadi masalah, tetapi ada perbedaan antara mengonsumsi buah utuh dan minuman buah yang ditambahkan banyak gula.

Buah utuh memberikan air dan berbagai zat gizi sekaligus serat. Sementara itu, jus yang ditambahkan gula dapat memberikan asupan gula yang lebih tinggi tanpa memberikan manfaat tambahan yang diperlukan untuk mengatasi demam.

Karena itu, jika ingin membuat jus, sebaiknya tidak perlu menambahkan gula secara berlebihan.

Mayo Clinic juga mengingatkan bahwa kebutuhan cairan seseorang dapat dipenuhi dari berbagai sumber, termasuk makanan dan minuman, tetapi minuman dengan kandungan gula tinggi sebaiknya tetap diperhatikan jumlahnya.

Bagaimana jika demam disertai diare atau muntah?

Kondisinya menjadi sedikit berbeda.

Demam yang disertai muntah atau diare dapat meningkatkan kehilangan cairan. Dalam situasi seperti ini, mengonsumsi buah saja tidak cukup untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

Mayo Clinic menyebutkan bahwa orang dewasa dengan dehidrasi ringan hingga sedang akibat muntah, diare, atau demam dapat terbantu dengan meningkatkan konsumsi air atau cairan lainnya. Pada anak yang mengalami dehidrasi akibat muntah, diare, atau demam, cairan dengan elektrolit dapat digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Jika sulit minum dalam jumlah banyak sekaligus, cobalah minum sedikit-sedikit tetapi lebih sering.

Kapan demam harus diperiksakan?

Tidak semua demam membutuhkan pemeriksaan darurat. Namun, ada kondisi yang perlu mendapat perhatian medis.

Pada orang dewasa, Mayo Clinic menyarankan mencari pertolongan medis jika demam disertai kesulitan bernapas, nyeri dada, sakit kepala berat atau leher kaku, kebingungan, muntah berulang, tanda dehidrasi, ruam, atau kesulitan menelan cairan.

MedlinePlus juga menyarankan orang dewasa menghubungi tenaga kesehatan jika demam berlangsung lebih dari 48–72 jam, tetap tinggi atau terus meningkat, atau disertai gejala tertentu seperti ruam, nyeri saat buang air kecil, kebingungan, kejang, atau kesulitan bernapas.

Untuk bayi berusia kurang dari tiga bulan, demam 38°C atau lebih memerlukan perhatian medis segera.

Kesimpulan

Semangka, jeruk, melon, pisang, dan apel dapat menjadi pilihan makanan ketika seseorang sedang demam. Kandungan air, vitamin, mineral, karbohidrat, dan serat dari buah-buahan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan.

Namun, perlu diingat bahwa buah bukan obat penurun demam. Peran buah lebih sebagai bagian dari pola makan dan asupan cairan selama tubuh melawan penyakit.

Yang tidak kalah penting adalah cukup minum, beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan memantau gejala yang muncul. Jika demam berlangsung lama, sangat tinggi, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan perawatan di rumah dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, tujuan utama ketika mengalami demam bukan sekadar membuat angka pada termometer turun, tetapi memastikan tubuh tetap terhidrasi, mendapatkan nutrisi yang cukup, beristirahat, dan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebab penyakitnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Cari Blog Ini